DIARE AKUT

DIARE ADALAH

–          Peningkatan frekuensi buang air besar disertai perubahan konsistensi. Frekuensi BAB normal adalah 3x sehari sampai 3x seminggu

–          Jumlah feses >200g/hari

–          Neonatus BAB >4x/hari, BAB >10 g/kg BB/hari

–          Anak>3 tahunBAB >200g/hari

–          Neonatus minum ASI>4x normal, bisa >12x normal asalkan BB naik terus

DIARE AKUT vs DIARE KRONIS

Diare akut-> <2 minggu jika sudah lebih masuk ke kronis

BENTUK DIARE

DIARE OSMOTIK-> benda yang tidak di absorpsi meningkatkan tekanan osmotik intraluminal. Penyebab defisiensi disakaridase (mis,laktase), insufisiensi pankreas, pertumbuhan bakteri berlebihan, ingesti laktulose/sorbitol/Magnesium hidroksida/cairan karbonat berlebihan, pemakaian polivalen laxative, celiac/tropical disease, short bowel syndrome. Defisiensi laktase-> primer atau sekuder (karena virus, bakteri, protozoal gastroenteritis, celiac or tropical sprue, atau kwashiorkor.

DIARE SEKRETORIK->Sekresi aktif ion yang menyebabkan kehilangan air. Penyebab infeksi virus (rotavirus, norwalk virus), infeksi bakteri ( kolera, E.coli enterotoksigenik, Staphylococcus Aureus), Protozoa (Giardia , Isospora, Cryptosporidium), AIDS, obat-obatan (teofilin, kolkisin, diuretik, prostaglandin),ZES, VIP (vasoactive intestinal peptide) secreting tumor, carcinoid tumor (histamin serotonin), Medullary thyroid carcinoma (prostaglandin, calcitonin), diare cholerreic (malabsorpsi ileum terhadap asam empedu)

#Aktivasi Cyclic Adenosine Monophosphate-> tingkatkan sekresi

Bacterial toxins : enterotoxin of cholera, Escherichia Coli (heat-labile),           Shigella, Salmonella, Campylobacter jejuni, Pseudomonas   aeruginosa

Hormones : Vasoactive intestinal peptide, gastrin, Secretin

Anion Surfactans : Bile acids, Ricinolic acid

#Aktivasi of Cyclic Guanosine Monophosphate->hambat absorpsi

Bacterial Toxins : E Coli (heat Stable) Enterotoxin, Yersinia     enterocolitica toxin

#Calcium – Dependent

Bacterial toxins : Clostridium difficile enterotoxin

Neurotransmitters : Acethylcholine, Serotonin

Paracrine Agent : Bradykinin

OSMOTIK vs SEKRETORIK

                                            Osmotic Diarr        Secretoric Diarr

Vol of Stool                     < 200 ml/24 hrs       > 200 ml/24 hrs

Response to fasting

diarrhea stop    diarrhea continue

Stool Na+                         < 70 mEq/L         >70mEq/L

Reducing substances

positif              negative

Stool pH                                <5                       >6

Add 5 drops of 0,1 HCl to stool sample before adding reducing agent (clinitest tablet)

EKSUDATIF-> Inflamasi, nekrosis, dan pelepasan mukosa kolon, dapt terjadi juga diare sekretori akibat pelepasan prostaglandin oleh sel inflamasi, feses PMN, darah occult/gross. Infeksi bakteri (Campylobacter, E.coli, invasif/enterotoxigenic, Salmonella, Shigela, Yersinia, Clostridium difficile colitis (antibiotic induce-> flouroquinolon), parasit colon (E.hystolitica), Chron disease, ulcerative proctocolitis, IBD, enterocolitis radiasi. Kemoterapetik agen, iskemik intestinal.

 

PERUBAHAN MOTILITAS INTESTINAL-> perubahan pada gerakan propulsi usus. Diarea bergantian dengan konstipasi. Penyebab DM, insufisiensi adrenal  , hipertiroidisme, colagen vascular disease infeksi parasit, gastrin dan VIP, amiloidosis, laksativ, antibiotik (eritromisin), agen kolinergik, gangguan nerologik primer (parkinson, traumatic neuropathy), feses terjepit, penyakit diverticular, IBS. Darah pada lumen intestinal bersifat cathartic dan perdarahan major saluran cerna atas dapat menyebabkan diare karena peningkatan motilitas.

Hal-hal yang mengenai penanganan DIARE AKUT

Tanyakan: Sudah berapa lama? Bentuk fesesnya seperti apa? Berapa kali dalam sehari BAB-nya? Ada lendir nggak? Ada darah nggak? Sudah minum attalpugite, membaikkah?, panas atau tidak? Mual, muntah, berapa kali? Ada nyeri perut nggak? Saat BAB nyeri nggak? Ada obat-obatan yang diminum? Ada orang sekitar yang sakit nggak? Kebiasaan makannya bagaimana, suka sembarang makan nggak? Ada riwayat alergi nggak? konsumsi ASI?

Periksa: kesadaran, vital sign, tanda dehidrasi (lihat kelopak mata, kondisi mukosa, CPR>2’’,  turgor kulit 2’’, pulsasi nadi, akral dingin, retraksi interkostal ).

Pemeriksaan penunjang: pem.feses lengkap, biakan, darah (Leukosit, Hct,Hb, eritrosit), sudan III,  klini test- pH,benzidine test (darah samar), dehidrasi-> gagal ginjal cek urin (Keluaran urine, kreatinin, elektrolit Na, K, Cl) , serologi (rota-virus). INGAT Kuman komensal =flora usus (COLON= 1012-13/ml TINJA=kuman dlm tinja selalu (+) .

DD: jenis diare-> infeksi non infeksi, infeksi-> bakteri invasif atau non invasif, virus, parasit.

DEHIDRASI BERAT vs SYOK (ASKANATT)

APATIS, SOMNOLEN,KOMA, ASIDOSIS,NADI, AKRAL DINGIN, TENSI TURUN, TURGOR JELEK

Algorithm for the management of acute diarrhea. Before evaluation, consider empiric

RX with (*) metronidazole and with (†) quinolone.

PRINSIP TERAPI DIARE:

1. Cairan: a. ringan->HF

b. Sedang.ORS

c. Berat. resusitasi-> Asering, RL, NaCl 0,9%

2. Early feeding

3.Zn: < 1 thn 10 mg,10-12 hari

> 1 thn 20 mg,10-12 hari

4. Antibiotika: amoeba, shigella, cholera-> tetrasiklin 50 mg/Kg BB 3 hari, giardia-> metronidazole 30-50mg/KgBB 5-7 hari, infeksi ditempat lain, diare berdarah->Cotrimoxazole 50 mg/Kg BB 5 hari.

5. Tidak boleh diberikan spasmolitika-> pertumbuhan bakteri lebih banyak, resiko infeksi sistemik, Toxic megacolon

6. Promosi:a. Promosi ASI exclucive

b. Penyapihan yg benar

c. Penggunaan air bersih

d. Pemakaian jamban untuk bayi dan  anak

e. Cuci tangan kapan saja

f. Vaksinasi campak

MANAJEMEN DEHIDRASI

–                      Tentukan defisit:

 

GEJALADEFISIT RINGAN3-5% BB SEDANG6-8% BB BERAT> 10% BB
HEMODINAMIK–                   Nadi–           Tek. Darah TakikardiaNadi lemahMasih normal TakikardiaNadi sangat lemahMulai turun Nadi tak terabaTak terukur
JARINGAN    

                     Mata

–                   Lidah

–                   Turgor

 

Normal

Normal

Berkurang

 

 

Cowong

Lemah

Sangat berkurang

 

 

Sangacowong 

Kecil keriput

Buruk

 

RASA HAUS + ++ +++
URINE Normal Pekat Anuria
SSP Mengantuk Apatis Coma


 

ANAK

  Tidak ada dehidrasi Dehidrasi ringan/sedang Dehidrasi berat
General Bagus, tanggap Mengantuk, irritable Tidak sadar
Eye Normal Cowong Cowong
Mouth Normal Haus, minum lahap Tidak mampu minum
Skin Normal Lambat Sangat lambat
Management Plan A di rumah Plan B berikan terapi oralit Plan C berikan terapi cairan IV di RS

–       Plan A-> Cairan rumah biasa/ oralit tiap kali buang air besar

–       Plan B-> Oralit 75ml/KgBB/3 jam

BB tidak diketahui :

–       <1 tahun: 300ml pada 3 jam pertama, jika masih 50-100 ml 3 jam berikutnya

–       1-4 tahun: 600ml pada 3 jam pertama, 200 ml 3 jam berikutnya

–       5-12 tahun tahun: 1200 ml pada 3 jam pertama, 400 ml 3 jam berikutnya

–     Plan C->  gunakanan Asering, RL, NaCl 0.9%

–       USIA < 1 TAHUN :

1 JAM KE-1 –> 30 ml/Kg BB

5 JAM KE-2 –> 70 ml/ Kg BB

–       USIA > 1 TAHUN :

1/2 JAM KE-1 –> 30 ml/Kg BB

2 1/2 JAM KE-2 –> 70 ml/Kg BB

PEMBERIAN MAKANAN:

n        TIDAK DIPUASAKAN

n        ASI / MAKANAN DITERUSKAN

n        MAKANAN PORSI KECIL, SERING, RENDAH SERAT

n        DIARE OSMOTIK :

SUSU FORMULA –> RENDAH / BEBAS LAKTOSA

 

DEWASA

–  Terapi oralit-> 2400 ml pada 3 jam pertama, 800 ml pada 3 jam berikutnya

–  Shock berat:

  1. Tentukan defisit
  2. Atasi syok

–           Cairan infus 20-40 ml/kg dalam 30-60 menit

–           Dapat diulang, jika tidak membaik

  1. Sisa defisit-> perkiraan defisit dikurangi cairan yang telah diberikan.

–           50% dalam 8 jam pertama + maintenance    therapy

–           50% dalam 16 jam berikutnya + maintenance          therapy

Jangan berikan Na bikarbonat jika pH belum <7.20

CEK PADA REPLACEMENT THERAPY

–       Hemodinamik->TD, Nadi, akral

–       Urine output->0.5-1cc/Kg BB/jam

Tanda bahaya diare

Tanda bahaya umum yang harus diwaspadai pada anak dengan diare adalah:

  1. Tidak sadar: karena dehidrasi berat atau infeksi intrakranial (ensefalitis atau meningitis)
  2. Kejang  : karena gangguan keseimbangan elektrolit berat, misalnya hipernatremia atau infeksi intrakranial
  3. Ada tanda dehidrasi
  4. Muntah yang berkepanjangan: dapat menyebabkan dehidrasi atau memperparah dehidrasi
  5. Demam tinggi diatas 38.5 derajat celcius
  6. Nyeri atau tegang pada abdomen
  7. Feses mengandung darah atau pus
  8. Diare berat dan tidak menunjukkan adanya perbaikan setelah 48 jam
  9. Diare kronis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s