astigmatisme

Pada astigmata berkas sinar tidak difokuskan pada satu titik dengan  tajam pada retina akan tetapi pada 2 garis titik api yang saling tegak lurus yang terjadi akibat kelainan kelengkungan permukaan kornea.

Astigmatisme dapat diklasifikasikan seperti :

–          Astigmatisme eksternal. Astigmatisme pada permukaan anterior kornea.

–          Astigmatisme internal. Penjumlahan komponen astigmatik pada media lain.

Derajat astigmatisme dan aksisnya dapat berubah seiring waktu. Astigmatisme dapat juga dibedakan berdasarkan lokasi meridian yang paling besar refraksinya/kelengkungannya :

–          With the rule astigmatism (bentuk yang paling umum). Kelengkungan meridian vertikal paling kuat, antara 70 dan 110 derajat.

–          Against the rule astigmatism. Kelengkungan meridian horizontak paling kuat, antara 160 dan 200 derajat.

–          Oblique astigmatism. Meridian oblique memiliki kekuatan refraksi terbesar. Diantara 20-70 atau 110-160 derajat.

Dapat juga dibagi menurut bentuk astigmat :

–          Astigmat regular: Astigmat yang memperlihatkan kekuatan pembiasan bertambah atau berkurang perlahan-lahan secara teratur dari suatu meridian ke meridian berikutnya. Bayangan yang terjadi pada astigmat reguler dengan bentuk yang teratur dapat berbentuk garis, lonjong, atau lingkaran. Dikenal lima macam astigmatisme regularis yaitu astigmatisme miopikus simpleks, astigmatisme miopikus kompositus, astigmatisme hipermetropikus simpleks, astigmatisme hipermetropikus kompositus, astigmatisme mikstus .

–          Astigmat ireguler: Astigmat yang terjadi tidak mempunyai 2 meridian saling tegak lurus. Astigmat iregular dapat terjadi akibat kelengkungan kornea pada meridian yang sama berbeda sehingga beyangan menjadi iregular. Astigmatisme iregular terjadi akibat infeksi kornea, trauma dan distrofi atau akibat kelainan pembiasan pada meridian lensa yang berbeda.

Gejala pasien astigmatism adalah melihat segala sesuatu dengan distorsi. Terjadi gejala astenopia seperti sensasi terbakar pada mata atau sakit kepala karena akomodasi untuk mengkompensasi kelainan refraktif. Alat yang digunakan untuk mendiagnosis astigmatism adalah keratoscope (papan placido) yang dapat melihat kekuatan refraksi pada seluruh bagian kornea .

Koreksi dini sangat krusial. Astigmatisme yang tidak ditangani pada anak-anak akan menyebabkan ambliopia. Untuk mengoreksi astigmatisme ireguler adalah dengan memakai lensa silindiris.lensa silindris dibutuhkan untuk memfokuskan cahaya pada satu titik fokus. Jika sinar masih belum difokuskan tepat di retina maka dapat ditambahkan lensa sferis agar titik fokus tepat pada retina. Astigmatisme ireguler dapat dikoreksi dengan menggunakan lensa kontak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s